Return to site

3 Alasan Jalur Pantura Selalu Dibenahi Setiap Tahun

· Indonesia,infrastruktur jalan,jalan tol pantura

Anggaran pemerintah untuk pembangunan infrastruktur setiap tahunnya selalu meningkat. Bahkan untuk tahun ini saja, kenaikan ada sekitar 8% dari anggaran pembangunan infrastruktur tahun 2016 yang salah satunya ditujukan untuk pembangunan jalan sebagai penghubung alat transportasi darat. Berbicara mengenai jalan, Anda pasti sudah bosan mendengar mengenai jalanan utama di jalur Pantura yang setiap tahunnya selalu dilaporkan dalam kondisi yang rusak. Berita yang selalu muncul saat musim mudik adalah perbaikan jalan di jalur Pantura yang sepertinya tidak pernah tuntas. Apa yang menyebabkan jalan di Pantura mudah rusak yang jika diteruskan akan membuang anggaran pembangunan yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan jalan lain?

1.             Jadi jalur utama distribusi barang

Jalur Pantura yang membentang di Pulau Jawa adalah jalur utama untuk distribusi barang yang dibawa oleh kendaraan-kendaraan berat dan bermuatan tinggi. Setiap harinya ribuan truk-truk container melintasi jalan tersebut sementara jalan yang dilapisi dengan aspal tidak bisa menahan beban tersebut. Oleh karena itu Kementerian PU telah memulai untuk melakukan betonisasi jalur Pantura yang sudah selesai sekitar 300 km, dan akan terus ditambah. Selain itu diharapkan pembangunan jalan tol Trans Jawa bisa segera diselesaikan agar beban kendaraan bisa dibagi.

2.             Perbaikan jalan yang tidak maksimal

Perbaikan jalan yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga terkesan setengah-setengah dan hanya bersifat sementara. Pasalnya perbaikan yang dilakukan hanya sebatas untuk menghindari kecelakaan saja. Bahan material yang digunakan hanya menggunakan pasir dan batu, aspal yang digunakan pun punya kualitas yang rendah. Hasilnya, perbaikan jalan hanya bersifat sementara dan tidak cukup baik untuk menopang beban kendaraan yang lewat ditambah dengan curah hujan di Indonesia yang cukup tinggi dan menghambat proses perbaikan jalan Pantura yang lebih baik. Tidak heran apabila pemandangan jalan berlubang hingga 40 cm adalah hal yang biasa.

3.             Volume kendaraan lebih dari kapasitas jalan

Ini yang jadi salah satu pertimbangan pembangunan tol Trans Jawa, untuk mengurangi jumlah kendaraan yang melewati Pantura karena di jalur tersebut kapasitas jalannya sudah tidak bisa memadai. Setiap harinya, jalur sepanjang 1.300 km ini dilewati sekitar 2.000 – 7.000 kendaraan yang jumlahnya akan naik berkali-kali lipat saat musim mudik terutama saat lebaran. Karena kapasitas jalan yang tidak memadai, apabila terjadi hambatan pada satu titik jalur maka kemacetan panjang akan terjadi. Kendaraan yang berhenti akan memberikan beban yang lebih berat pada jalan.

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly